, – Kabupaten tercatat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 2,90% pada akhir tahun 2024. Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan.
Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono, menyampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,95% pada bulan Desember 2024, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 107,14.
“Inflasi y-on-y pada Desember 2024 menunjukkan kenaikan harga yang tercatat pada sepuluh kelompok pengeluaran utama,” ujar Martin.
Salah satu yang paling mencolok adalah inflasi di Kabupaten , yang tercatat paling tinggi di Kalsel dengan 2,90%, sementara Kabupaten Kotabaru mencatat inflasi terendah hanya 0,26%.
Berikut adalah rincian inflasi yang terjadi di berbagai kelompok pengeluaran pada tahun 2024:
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau: Naik sebesar 1,46%
Pakaian dan Alas Kaki: Naik sebesar 1,15%
Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: Naik 0,43%
Perlengkapan Rumah Tangga: Naik 0,63%
Kesehatan: Naik signifikan sebesar 3,91%
Transportasi: Naik 1,83%
Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: Naik 1,28%
Pendidikan: Naik 1,62%
Makanan dan Minuman/Restoran: Naik 1,73%
Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Mengalami lonjakan tertinggi, naik sebesar 10,48%
Namun, ada satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan, yaitu Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, yang turun sebesar 0,18%.
Untuk inflasi Month to Month (m-to-m), Kalimantan Selatan mencatatkan angka 0,46% pada Desember 2024. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang relatif stabil di bulan tersebut.
Dengan perkembangan ini, BPS Kalsel terus memantau kondisi ekonomi di daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.








