kabarjujur.com –Nasional – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan internet tetap (fixed broadband) berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan tarif terjangkau, yaitu sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu per bulan. Langkah ini ditempuh melalui perluasan jaringan fiber optik secara masif hingga menjangkau kawasan permukiman dan rumah tangga di berbagai daerah.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa ekspansi jaringan fixed broadband merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya operasional internet. Menurutnya, pemanfaatan jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga memungkinkan satu koneksi berkecepatan tinggi digunakan secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga, sehingga memberikan dampak efisiensi ekonomi yang signifikan.
Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan internet cepat tidak boleh hanya berpusat di kawasan bisnis dan perkotaan. Perluasan akses ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas krusial masyarakat, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, pengembangan usaha mikro, hingga akses layanan publik berbasis digital secara inklusif.
Selain fokus pada perluasan fiber optik, Kemkomdigi juga menyiapkan penguatan infrastruktur telekomunikasi bergerak melalui percepatan adopsi teknologi 5G. Saat ini, tingkat adopsi 5G di Indonesia masih berada di bawah 10 persen, dan pemerintah menargetkan peningkatan hingga mendekati 30 hingga 40 persen dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan.
Sinergi antara penguatan jaringan fiber optik dan akselerasi teknologi 5G diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun infrastruktur digital nasional yang solid. Melalui pemerataan akses internet berkualitas dan terjangkau ini, Kemkomdigi berkomitmen mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.